Selasa, 28 Juni 2016

Cerita kehidupan
Dikala itu, mata tertuju dan terhenti pada sebuah insan yang menarik tetapi terlihat buruk. Siapa sangka, ia memikat hati sekitar. Walau buruk, tetapi memiliki kekuatan memengaruhi.

Sepi dalam permainan, terasa hampa ketika hati si buruk ditinggal insan lain pergi dengan riang. Riang disana, rapuh disini. Sungguh, tak mengerti hati ini seperti hilang dan tak kembali. Serasa patah, namun mereka, insan itu tak peduli. Mereka tak tenggok si buruk walaupun hanya sedetik. Mereka senang, senang tanpa diriku. Diriku?

Apakah wajar yang terjadi pada insan ini?
Kami berkarib sudah lama, 1000 hari, ahh tidak mungkin 10000 hari lamanya. Insan ini dan insan disana dahulu riang, ketuk pintu dan penuh kejutan. Pulang malam dan hati yang masih tertawa. Berkumpul ria, tanpa saling menyingkirkan.
10000 hari itu terasa hilang dalam sekejap, ditelan perih.
1 hari mematahkan semangat insan ini.
Mereka menjadi diam, mereka membisu, satu jalan namun bibir cantik mereka tertutup.
Entah harus insan ini yang memulai? Tetapi insan ini ragu, karena takut hilang kembali hari bahagianya
Namun, kian kemari, kian makin larut dalam tawar.
Semakin jauh insan disana.

Seumur hidup insan ini menunggu.
Menunggu yang pasti insan disana peduli dan berkumpul manis dipadu satu jalan dengan bergandengan tangan.
Setiap luka, diusahakan sembuh.
Namun dibuatnya lagi karena kelabu dan kekecewaan terus menyetuh bekas luka itu.
Perih. Lebih perih dari rasa luka pertama.
Tak terlupakan masa sakit itu dan makin terlupakan hari itu, ketika kau dan aku bertemu.
Makin terlupakan?
Karena si cantik dan tampan datang menghampiri insan disana.
Lalu si buruk, hanya diam.
Melihat diri dan berusaha bahagia.

Ditinggal begitu saja, tak enak.
Aku rindu diri kalian yang dulu. Kini semua loncat dalam lingkaran garis hidup pribadi.

Bagaimana dengan aku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar